Calon ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj meminta kepada semua pihak dan kandidat untuk berkompetisi secara fair dan berakhlak. Pernyataan Said ini menyikapi soal adanya demonstrasi yang mendiskreditkan calon tertentu di depan PBNU beberapa waktu lalu.
"Saya tidak setuju dengan cara-cara seperti itu. Saya minta kepada semua, kalau berbeda pendapat, ya kita hargai. Jangan mencaci maki. Gunakanlah akhlaqul karimah," kata Said kepada detikcom, Minggu (21/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada perbedaan, di NU ada caranya sendiri dalam menyelesaikan. Maka, saya berharap, hendaknya sikap berbeda itu disampaikan dengan cara yang baik," terangnya.
Saat ditanya soal penilaiannya terhadap calon-calon lain yang juga diterima SBY, KH Sholahudin Wahid, Said menjawab enteng. "Saya menghargai. Beliau itu kan adik Gus Dur, saya hormat kepada beliau. Tetapi soal nawaitu untuk memimpin NU kan saya sudah sejak 10 tahun lalu. Dalam Muktamar NU di Lirboyo dulu, saya kalah 32 suara dengan Pak Hasyim," paparnya.
"Namun, setelah itu saya bersama Pak Hasyim di kepengurusan PBNU sampai sekarang. Kalau acara NU di luar negeri, khususnya di Timur Tengah, saya yang mewakili beliau. Jadi dengan siapapun kami tidak ada masalah," terangnya.
Siapa yang akan digandeng untuk menjadi Rais AM, Said dengan diplomatis menjawab, "Itu ada yang mengurus sendiri. Saya kan di tanfidziyah. Apalagi Rais Am kan dipilih duluan," pungkasnya.
(yid/iy)










































