Susno Dinilai Bukan Reformis, Hanya Sakit Hati

Susno Dinilai Bukan Reformis, Hanya Sakit Hati

- detikNews
Sabtu, 20 Mar 2010 13:30 WIB
Susno Dinilai Bukan Reformis, Hanya Sakit Hati
Jakarta - Komjen Pol Susno Duadji menuding ada makelar dalam kasus pajak Rp 25 miliar yang dilakukan Brigjen Pol Raja Erisman dan Brigjen Pol Edmond Ilyas. Namun Susno dinilai bukan pahlawan atau reformis yang membongkar borok Polri.

"Hanya karena sakit hati saja. Bukan soal reformis atau apa," ujar pengamat militer Hermawan Sulistyo dalam diskusi di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (20/3/2010).

Hermawan menilai, pernyataan Susno hanya dilatarbelakangi rasa sakit hati saja karena masalah karir yang mentok di Korps Bhayangkara itu. Menurut Hermawan, Susno tidak perlu mengumbar hal tersebut pada publik. Cukup diselesaikan internal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Datangi yang bersangkutan, gebrak mejanya. Kalau perlu tembak mejanya. Tapi keluar dari ruangan itu harus ada satu keputusan," tegas dia.

Menurut peneliti senior LIPI ini, lebih tepat jika Susno mengundurkan diri, baru mengeluarkan pernyataan seperti ini. Seperti yang dulu dilakukan perwira Polri yang tidak puas seperti Bambang Widodo Umar dan Alfons Loemau.

"Ini seperti masih numpang di rumah orang tua, makan masih ditanggung, tapi teriak-teriak menjelekan orangtua," jelasnya.

Lalu pernyataan siapa yang benar soal markus di tubuh Polri, Susno atau Raja Erisman? "Dua-duanya belum bisa dinilai benar atau salah. Perlu audit investigasi soal tudingan itu," jelasnya.

(rdf/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads