"Ya, saya suprise," kata Dede usai mengikuti Rapat Paripurna Panitia Khusus Kinerja Badan Usaha Milik Daerah, di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat, Jumat (19/3/2010) malam.
"Kapan beritanya, belum dengar," imbuh Dede.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara seorang lagi bernama Gema Awal Ramadhan alias Ahmad Alias Abu Heidir asal Medan. Berdasarkan catatan tahun 2007, Gema pernah terlilit perkara penganiayaan Praja Wahyu Hidayat bersama sembilan praja lainnya. Gema tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumedang.
Terkait hal itu, Dede mengatakan keterkaitan Gema dengan jaringan teroris yang beberapa hari lalu berhasil dilumpuhkan Datasemen Khusus 88 Markas Besar Polri, dapat diketahui dari aktifitas yang dilakukan Gema semasa ia tinggal di kampusnya.
"Mungkin saja STPDN-nya tidak tahu, tapi kan bisa ditelusuri dia dari kelompok apa, dapat pelajaran apa, dari situ bisa ketahuan," katanya.
Meski demikian, ia mengaku belum terpikirkan untuk menelusuri lebih jauh keterlibatan PNS dalam jaringan teroris. "Belum sempat terpikir ke sana. Yang perlu diperhatikan adalah yang melakukan pola itu, bukan PNS-nya. Karena kan ada beberapa ribu PNS," imbuhnya.
(ahy/mok)










































