Pasar Malam tersebut akan digelar di alun-alun terbesar di kota Den Haag, Malieveld, selama lima hari (1-5 April 2010).
"Ini akan menjadi festival kebudayaan pertama yang diorganisir KBRI, dengan menyajikan potensi perdagangan, pariwisata, dan investasi, juga kebudayaan Indonesia yang unik," terang Dubes RI J.E Habibie dalam konferensi pers di Ruang Nusantara KBRI Den Hag, Kamis (18/3/2010), diikuti detikcom, media nasional dan 11 media Belanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para pengunjung dapat duduk rileks di kawasan resto menikmati kuliner Indonesia, sambil menyaksikan penampilan sejumlah artis terkemuka dari tanah air, juga artis populer Belanda berasal-usul Indonesia," ujar Habibie, didampingi DCM Umar Hadi dan Koordinator Fungsi Pensosbud Firdaus Dahlan.
Dari deretan artis Indonesia akan hadir antara lain Sundari Soekotjo, Leo AFI, Intan Permatasari, dan njong Ambon Andre Hehanusa, yang akan menghibur dengan lagu-lagu hits karyanya dan lagu-lagu tradisional Maluku. Sementara dari Belanda sendiri akan tampil grup Nightbreakers, Blue Diamond dan Marabunta.
Pasar Malam yang didukung Pemkot Den Haag, Kementerian Luarnegeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Diknas, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan beberapa pemerintah daerah, juga membawa prospek investasi baru di sejumlah provinsi Indonesia untuk dipertimbangkan oleh perusahaan-perusahaan potensial Belanda.
Sejumlah delegasi dari berbagai provinsi akan hadir untuk menangguk investasi dan perdagangan, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesia Selatan, Maluku, Surabaya, dan Semarang. (es/es)











































