"Jangan salah, bukan pondok pesantren menyuplai," kata Suryadharma di sela-sela mendampingi Wakil Presiden Boediono meninjau pembangkit listrik tenaga sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Kamis (19/3/2010).
Namun, lanjut Suryadharma, para teroris selalu mencari kesempatan untuk bisa masuk ke dalam pesantren serta perguruan tinggi untuk memperbanyak pengikut. Biasanya, santri atau mahasiswa yang terbujuk adalah mereka yang sedang mencari jati diri.
"Sasarannya adalah kelompok massa yang masih cari bentuk, itu adalah pelajar dan santri. Karenanya mereka mendekati perguruan tinggi dan ponpes," jelas politisi PPP ini.
Suryadharma berpandangan, ponpes tidak perlu dikhawatirkan terkait dengan maraknya pelaku teroris yang ditangkap akhir-akhir ini. Sebab, pemahaman agama para santri cukup dalam dan umumnya mereka belajar berbagai macam mazab.
"Jadi ada aneka pemikiran yang beda, mereka telah biasa. Toleransinya tinggi. Tapi yang ikut teroris ini padangannya satu, mereka tidak toleran dengan pandangan-pandangan yang berbeda. Kadang dari sisi salat berjamah, mereka tidak bisa dengan yang lain," ucapnya.
Bagaimana dengan di kampus? "Ya, kita tentu berharap dosen, rektor, untuk menjaga (mahasiswanya)," harap Suryadhama.
(irw/mok)











































