"Biarlah NU menyelesaikan masalah internalnya sendiri, jangan kemudian pihak luar tiba-tiba masuk dan mengacak-acak NU," kata Kiai Ma'ruf Amin dalam rilis yang diterima detikcom, Jum'at (19/3/2010).
Kiai Ma'ruf menegaskan NU telah menjadi pilar bangsa. Namun bila kemudian ada pihak di luar NU yang membawa kepentingan tertentu mendadak masuk dalam Muktamar ke-32 NU pekan depan, maka berpotensi merusak NU dan artinya mengorbankan bangsa Indonesia.
"Jika kemudian NU diacak-acak, sama dengan mengorbankan bangsa ini. Kami ingatkan itu!" tegasnya.
Kepada para kandidat Ketua Umum PBNU, Kiai Ma'ruf ingatkan untuk berkompesiti secara elegan. Yaitu dengan tidak saling menjelek-jelekan, menjatuhkan kredibilitas apalagi politik uang.
"Janganlah di kemudian hari terjadi perseteruan, apalagi itu antar kiai. Bermainlah yang cantik dan elegan, jangan lakukan yang tidak layak," pungkasnya.
(zal/lh)











































