Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (19/3/2010) saat korban bersama sejumlah tetangganya yang sedang memanen padi di areal sawah di dusun Mbenjeng tempat tinggalnya. Sejak pagi hingga siang dia bersama-sama tetangganya memanen padi yang sudah siap panen.
Cuaca di sekitar Bantul mulai berawan, namun masih ada sinar matahari dan hujan belum turun. Sedang di daerah lain terutama di sekitar Kota Yogyakarta dan Sleman hujan deras mengguyur sejak pukul 14.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah ada bunyi petir, kami melihat Pak Sarjito sudah tergeletak sekitar 20-an meter dari tempat kami. Dia sempat meminta tolong dan kondisi tubuhnya ada yang terbakar," kata Sagino salah seorang rekan korban di RSU PKU Muhammadiya Bantul.
Sagino bersama tetangga lainnya kemudian membawa korban di RS PKU Muhammadiyah Bantul di Jalan Sudirman. Dia menderita luka bakar dibagian dada, pundak hingga kepala. Kaos yang dikenakan juga terbakar.
"Lukanya cukup parah, meski sudah mendapatkan pertolongan dokter tetapi tidak dapat tertolong," katanya.
Jenazah Sarjito dibawa pulang keluarga ke rumah duka, Dusun Mbenjeng RT 08/25 untuk dimakamkan. Polsek Bantul menyatakan, kasus ini merupakan murni kecelakaan akibat tersambar petir.
(bgs/djo)











































