"Insyaallah semampu saya, saya siap (memimpin). Insyaallah (dukungan) sudah 50 persen lebih. Komitmen saya, akan membersihkan NU dari bermain politik praktis," kata Said kepada detikcom, Jumat (19/3/2010).
Menurut mantan orang dekat Gus Dur ini, jika peserta muktamar mempercayai dirinya mengemban amanat kepengurusan PBNU 5 tahun mendatang, program utama yang akan digarap adalah soal pendidikan. Selain itu, Said akan kembali menghidupkan spirit NU yang berpihak kepada kaum lemah sebagaimana saat PBNU dipimpin Gus Dur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya soal siapa yang akan didukung sebagai Rais Am PBNU jika terpilih sebagai ketua PBNU, Said dengan tegas tidak mau ikut campur soal urusan Rais Am. Dia siap disandingkan dengan siapa pun yang terpilih.
"Saya tidak mau ikut campur soal Rais Am. Itu ada wilayahnya sendiri. Yang pasti, saya siap dengan siapa pun yang disetujui dan dipilih oleh muktamirin," terang Said.
Sementara itu, salah satu pendukung Said, Dedi Wahidi menilai sosok Said yang paling pas memimpin NU 5 tahun mendatang. Alasannya, selain memiliki track record ke-NU-an dan kapasitasnya dalam ilmu agama, Said juga pernah bersama-sama Gus Dur melakukan gerakan sosial pada saat Gus Dur menjadi ketua umum PBNU.
"Kita memilih Pak Said karena beliau yang paling pas dan layak dibanding calon lain. Beliau bisa ngaji, NU nya jelas dan penerus perjunagan Gus Dur," kata Ketua PWNU Jawa Barat ini.
(yid/nrl)










































