"Pemilihan Rais Am dan Ketua PBNU harus fair, jangan ada praktek money politics. Jika praktek kotor itu dilakukan oleh salah satu kandidat, hal itu hanya akan membawa NU pada kehancuran," kata ketua GPNU (Gerakan Penyelamat Nahdlatul Ulama) Khoirul Rijal dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (19/3/2010).
Menurut Khoirul, banyaknya pengurus cabang dan wilayah yang berasal dari daerah terpencil berpotensi penggunaan money politics. Bentuknya bisa dalam hal pembiayaan transportasi pulang pergi dan fasilitas akomodasi selain uang saku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa yang diduga akan melakukan prakter kotor ini, Syaiful mengaku belum tahu karena belum menemukan bukti. Namun pihaknya akan berupaya melakukan pengawasan dengan membentuk tim pengawas ke Makassar.
"Kalau orang-orangnya, saya tidak tahu. Ini hanya imbauan dan warning. Agar kita semua menjunjung tinggi moralitas dalam meraih tujuan. Apalagi ini organisasi para ulama," katanya.
Muktamar NU akan dibuka oleh Presiden SBY pada 23 Maret mendatang di Makassar, Sulawesi Selatan. Ada beberapa agenda yang akan dibahas selain pemilihan ketua PBNU dan Rais Am PBNU 5 tahun mendatang seperti hukum penyadapan dan usia nikah.
(yid/nrl)











































