"Ketika saya bertemu Menlu Filipina di Manila, kita bahas mengenai masalah ini. Terutama ini mengingatkan kita bahwa ada jaringan teror di kawasan kita ini," ujar Menlu Marty Natalegawa dalam jumpa pers di Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (19/3/2010).
Karena itu, kata Marty, upaya counter teroris itu harus melibatkan negara-negara sahabat. Kerjasama tersebut salah satunya dalam bentuk tukar menukar informasi, intelijen, capasity building antar dua Menlu.
"Jadi sangat intensif sekali kerjasama kita dengan negara kawasan," ungkapnya.
Namun menurut Marty, kerjasama tersebut harus terus diintensifkan karena para pelaku teror tak mengenal batas wilayah.
"Mereka kerja trans-border. Oleh karena itu pemerintah di kawasan harus lebih tanggap lagi dalam menyikapi hal ini," katanya.
Pemerintah Filipina sangat apresiastif pada keberhasilan pemerintah Indonesia dalam mengatasi ancaman teror.
"Tapi masih banyak perlu kita lakukan meskipun sudah ada pencapaian," tukasnya.
(gus/ken)











































