"Ini sama saja menaruh buaya ke kandang cicak. Ingatan masyarakat jangan pendek dong. Jangan karena baru membongkar borok Polri lalu jadi ketua KPK. Nggak ingat kasus Susno menghajar cicak?" kata Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM Zainal Arifin Mochtar kepada detikcom, Jumat (19/3/2010).
Zainal mengatakan, yang harus diingat masyarakat adalah orang-orang yang berada di KPK adalah orang-orang yang sudah lama anti korupsi. Rekam jejak setiap orang yang berada di KPK juga harus diperhatikan dalam memberantas korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian Zainal tetap mendukung sikap Susno yang terang-terangan membongkar kebobrokan institusinya sendiri. Namun bukan berarti karena baru saja membongkar, Susno lantas layak untuk dicalonkan menjadi ketua KPK.
"Nggak paslah. Teman-teman yang mencalonkan itu juga harus memikirkan lagi. Kita berikan dia fasilitas untuk membongkar mafia. Tapi terlalu sumir dan kelewatan kalau dijadikan ketua KPK," ungkapnya.
Zainal berharap jika Susno masuk dalam seleksi calon ketua KPK agar berhenti di tingkat panitia seleksi. Jangan sampai masuk ke pemilihan di DPR.
"Tidak perlu masuk ke DPR orang seperti Susno. Masih banyak orang anti korupsi lain seperti Bambang Widjajanto dan lainnya," tegasnya.
Pada 10 Maret silam, Susno menyatakan mendukung Bambang Widjajanto sebagai ketua KPK. Dia merasa tahu diri.
(gus/nrl)
