"Saya cukup santai soal itu semua," kata Rudd pada media Australia, Seven Network, seperti dilansir harian The Australian, Jumat (19/3/2010).
Dikatakan Rudd, dirinya akan menyambut gembira kapan pun Obama memutuskan untuk datang. "Saya akan sangat senang kapan pun presiden memutuskan untuk berkunjung," ujar pemimpin negeri Kangguru itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obama telah menelepon Rudd mengenai pembatalan kunjungan tersebut. Dikatakan Rudd, dalam pembicaraan telepon itu, Obama mengatakan ingin berada di Australia lebih lama daripada yang tadinya telah dijadwalkan.
Sebelumnya, Obama dijadwalkan berada sehari saja di Australia. Namun tur ke Guam, Indonesia dan Australia ditunda hingga Juni karena Obama sedang berupaya menggolkan RUU kesehatan yang sangat penting bagi pemerintahan Obama.
Dikatakan Rudd, dirinya bersimpati pada Obama mengenai kesulitannya dalam mereformasi sistem kesehatan AS. "Apa yang sedang terjadi di AS merupakan perdebatan kesehatan yang sangat penting. Ini massif," tutur Rudd.
"Saya katakan padanya bahwa saya simpati padanya karena dua hal. Pertama, saya juga punya Senat yang menghalangi sebagian besar yang ingin coba saya lakukan. Dan kedua, kita juga sedang berupaya melakukan beberapa perubahan kesehatan di Australia," pungkas Rudd.
(ita/iy)











































