Dua korban tewas itu Giok An (40) warga Perumahan Madurasa Estate, Kecamatan Kowangan, Temanggung dan Budianto Nur Rohman (35) warga Kampung Pasuruan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.
Saat kejadian, keduanya sedang berdiri di pinggir jalan, menunggu angkutan umum untuk pulang usai bekerja di pabrik kayu lapis dan akan balik ke rumah mereka.
Infromasi yang berhasil dihimpun detikcom di Tempat Kejadian perkara (TKP), kecelakaan tersebut terjadi berawal dari truk kontainer, yang belum diketahui identitasnya, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah utara atau Semarang menuju selatan atau Magelang.
Kecepatan truk bertambah saat melintasi turunan perbatasan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Temanggung, sebelum depan pabrik PT TKPI.
Di depan kontainer, melaju mobil Toyota Inova AA 8609 MH dengan kecepatan rendah lantaran didepannya ada bus yang berhenti untuk menurunkan penumpang. Diduga kaget, sopir truk kontainer berusaha membanting ke kiri untuk menghindari tabrakan.
Namun benturan keras tetap tak terelakkan. Kijang Inova yang tertabrak dari belakang terdorong ke kanan hingga keluar dari lajurnya. Secara kebetulan dari arah berlawanan melaju tiga unit kendaraan roda dua dan truk tanpa muatan bernopol H 1767 CC.
"Kijang menghantam bagian belakang sebelah kanan truk hingga truk terpelanting dan terguling ke arah kanan dan masuk ke lahan kosong di bawah jalan itu. Kalau yang tiga motor, tidak terlalu jelas kejadiannya, tiba-tiba jatuh. Mungkin saling serempetan menghindari tabrakan dengan kijang. Tapi semuanya selamat, hanya luka," kata Yosep saksi kejadian di TKP kepada detikcom.
Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan, meski sudah menghantam Inova, truk kontainer belum berhenti dan berjalan ke arah kiri yang kebetulan di pinggir jalan, korban Giok An dan Budianto, sedang menunggu kedatangan angkutan untuk pulang menuju ke rumahnya.
Tak sempat menghindar, dua korban ditabrak truk kontainer. Dua angkutan pedesaan jurusan Walitelon-Grabak yang sedang ngetem menunggu penumpang tak luput dari hajaran moncong truk kontainer.
Angkutan berat tersebut akhirnya berhenti setelah menabrak warung bakso milik Ny Aminah. Beruntung warung bakso dalam keadaan sepi dan kejadian tersebut hanya membuat Ny Aminah pingsan lantaran syok.
"Yang pasti, tiba-tiba ada truk kontainer dari arah Semarang nylonong ke kiri atau pinggir jalan, menghantam dua korban yang sedang menunggu angkutan. Dua korban meninggal di tempat, dengan luka mengerikan dan terjepit diantara truk kontainer dan dua angkutan yang sedang ngetem," tegas Yosep.
Proses evakuasi tubuh dua korban sempat mengalami kesulitan sebab tubuh keduanya tergencet di antara dua kendaraan. Untuk bisa menarik bodi truk kontainer, petugas kepolisian meminjam forklift milik PT TKPI. Jenazah kedua korban akhirnya dibawa ke RSUD Tidar, Kota Magelang untuk mendapatkan perawatan.
Bambang (40), pengemudi Kijang Inova asal Kota Magelang mengaku tidak tahu persis kejadian tabrakan yang menimpanya. Akibat tabrakan itu, pegawai Disperindakop Kota Magelang tersebut mengalami luka di bagian perut dan kepala.
"Saat itu saya pulang dari rapat di Semarang. Tiba-tiba saya diseruduk dari belakang kendaraan lain. Bagaimana kejadian selanjutnya, saya tidak ingat, karena saya langsung pingsan," kata korban di sela-sela perawatan tim dokter RSUD Tidar Magelang.
Berdasarkan pengamatan detikcom di TKP, tidak terlihat adanya tanda-tanda pengereman dari pengemudi truk kontainer. Sejumlah saksi mata di tempat kejadian perkara juga tidak mendengar bunyi gesekan ban truk kontainer dan aspal sebagai tanda pengereman.
Akibat kecelakaan itu, Jalan Raya Semarang menuju ke Jogja mengalami kemacetan sepanjang lima kilometer dalam waktu tiga jam lebih. Namun, arus lalu lintas sampai saat ini berangsur normal.
Kapolres Temanggung AKBP Antony Agustinus Koylal mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.
"Masih di dalami mas. Kami belum bisa langsung melakukan kesimpulan sebelum penyelidikannya lengkap," tegas Anthony.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Temanggung AKP Setia Budi Waspada hingga pukul 20.30 WIB belum bisa memberi penjelasan.
"Sebentar mas, ini saya masih di lokasi untuk olah TKP (Tempat Kejadian Perkara)," kata Waspada saat dihubungi detikcom lewat telepon seluler.
(anw/anw)











































