Amir Tak Dengar Soal Bom Antara Ali dan Zuhri

Bom JW Marriott-Ritz Carlton

Amir Tak Dengar Soal Bom Antara Ali dan Zuhri

- detikNews
Kamis, 18 Mar 2010 17:36 WIB
Jakarta - Amir Abdillah, kurir sekaligus supir aksi pemboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, tidak pernah mendengar adanya pembicaraan terkait rencana peledakan bom antara Syaifudin Zuhri dengan Khelaiw Ali Abdullah alias Ali.

Menurut Amir, Zuhri yang juga adalah iparnya adalah penghubung Ali dan Iwan, pengusaha warnet di Cibingbin, Kuningan, Jawa Barat.

"Sepengetahuan saya, cuma hubungan bisnis, tidak pernah bicara bom," kata Amir Abdillah dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (18/3/2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amir menjadi saksi untuk terdakwa Ali, warga negara Arab, dalam kasus tindak pidana terorisme peledakan bom JW Marriott dan Ritz-Carlton 17 Juli 2009. Ali didakwa sebagai pendana aksi pemboman yang melibatkan Noordin M Top itu.

Amir mengaku pertama kali bertemu dengan Ali pada Februari 2009. Bersama Zuhri, iaย  mengantarkan Ali bertemu dengan Iwan di Cibingbin, Kuningan, Jabar. Dalam pertemuan itu, terjadi perjanjian bisnis antara Iwan dan Ali.

"Malam terjadi kesepakatan bisnis. Zuhri bilang, kamu jadi saksi, nanti dapat duit (fee). Ya sudah, saya mau," kata Amir.

Amir mengatakan Zuhri juga mendapat fee dari perjanjian yang diberikan lewat Iwan. Namun, ia tidak pernah mendengar itu terkait bom. Jumlah fee diketahui juga cumaย  4 persen dari total modal yang diberikan Ali ke Iwan, yakni Rp 55 juta.

"Saya dapat Rp 500rb, saya ambil sendiri ke Iwan," kata Amir.

Ketua Majelis hakim, Ida Bagus Dwiyantara menegaskan agar JPU mencari apakah ada aliran dan dari Ali ke Zuhri terkait bom. JPU pun tak bisa mengejar keterangan tersebut.

"Kalau tidak ada kenapa dihadirkan," kata Ida Bagus.

(lrn/gun)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads