"Presiden tidak suka disebut Yudhoyono. Dia lebih suka dipanggil SBY tapi politisi itu suka sama yang enggak disukai itu," ujar Eep dalam Seminar The Annual Citi Indonesia Economic and Political Outlook di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta,Β Kamis (18/3/2010).
Sambil menunjuk bahan presentasi yang memampangkan foto Presiden SBY yang bertuliskan 'Yudhoyono', Eep menjelaskan perbedaan pemerintahan SBY bersama Jusuf Kalla dengan Boediono.
Menurut Eep, pemerintahan SBY bersama JK merupakan pemerintahan yang dinamis karena SBY berpasangan dengan seorang saudagar yang biasa bertindak cepat.
Sedangkan bersama Boediono, pemerintahan terkesan lambat karena SBY berpasangan dengan seorang teknokrat-akademisi yang bertindak normatif dan kalkulatif. Boediono juga merupakan sosok yang menghindari konflik, taat birokrasi, serta sangat hati-hati.
"Mungkin para wartawan yang pernah liputan di Wapres bisa merasakan perbedaannya," katanya.
(dnl/ndr)











































