"Ya itu saya sudah perintahkan Inspektorat dan Dirjen melakukan pemeriksaan. Asal ada lubang pasti kita kejar," terang Patrialis usai rapat Polhukam di Kantor Menko Polhukam di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (18/3/2010).
Patrialis menjelaskan, informasi yang dia terima mengenai dugaan terpidana kasus teroris yakni Rois yang ikut terlibat dan mengatur lewat HP pun sudah didengarnya.
"Sekarang lagi diselidiki kalau benar ada, kita harus ambil tindakan mengapa mereka punya HP. Petugas harus ambil tindakan, dan bagi yang bersangkutan tidak ada keringanan," jelasnya.
Hasil pemeriksaan pun belum diketahui Patrialis. "Baru saya perintahkan, belum ada hasilnya," tutupnya.
(ndr/iy)











































