Aksi yang dilakukan Keluarga Besar Mahasiswa Universitas (KBMU) itu merupakan aksi yang ketiga kalinya. Aksi digelar di depan pintu masuk gedung rektorat di jl Laksda Adisucipto, Yogyakarta. Massa tidak berhasil masuk karena dihadang anggota satpam kampus.
Para mahasiwa akhirnya menggelar orasi di teras gedung rektorat. Sambil berorasi mereka membentangkan berbagai poster di antaranya bertuliskan 'Tri Tuma, libatkan mahasiswa dalam senat universitas, libatkan mahasiswa dalam RKU, tolak kenaikan SPP, tolak pilrek, libatkan mahasiswa dalam kebijakan kampus'. Selama aksi berlangsung tidak ada satupun pejabat rektorat UIN yang menemuiΒ para pendemo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menolak pemilihan rektor, karena suara mahasiswa tidak ada. Kami menuntut tidak ada lagi kenaikan SPP. Kami juga tetap akan menggelar aksi kalau sampai ada pelantikan rektor baru," katanya.
Karena tidak ada kejelasan kapan dan di mana tempat berlangsungnya acara pemilihan rektor, mahasiswa akhirnya menunggu di halaman gedung rektorat. Sambil duduk mereka tetap menggelar orasi. Namun setelah mengetahui pemilihan rektor telah selesai sebelum mahasiswa datang, massa pun kemudian membubarkan diri.
Secara terpisah Kasubbag Humas UIN Sunan Kalijaga, Maharani, mengungkapkan pemilihan rektor hari ini dilakukan secara tertutup. Kegiatan itu hanya diikuti anggota Senat Universitas, tanpa melibatkan mahasiswa. Empat calon yang maju adalah Prof Dr Iskandar Zulkarnaen, Prof Dr Musa Asy'arie, Prof Dr Alwan Khoiri, dan Prof Dr Nurcholis Setiawan.
"Pemilihan secara tertutup sudah selesai. Pemilihan diikuti seluruh anggota Senat Universitas seperti guru besar, pimpinan rektorat, dekan masing-masing fakultas dan unsur dosen. Namun hasilnya kami belum bisa memberitahukan," kata Maharani.
(bgs/djo)











































