The Pew Research Center, sebuah lembaga riset yang berbasis di Washington, AS, menunjukkan survei betapa kehadiran Obama memulihkan citra AS di Indonesia. Selama kepemimpinan George W Bush, citra AS sangat babak belur.
"Saat invasi AS ke Irak pada 2003, citra AS 83 persen adalah negatif," kata Associate Director Pew Richard Wike dalam situs resmi lembaga riset itu, Rabu (17/3/2010).
Citra AS yang buruk sempat terlupakan saat Indonesia dilanda tsunami Aceh pada Desember 2004 dan menyisakan 57 persen citra negatif. Barulah wajah Paman Sam mulai pulih saat publik Indonesia mengenal Obama pada 2007 dan menyusul rencana pencalonannya sebagai presiden pada 2008.
"Pada 2009, citra positif AS mencapai 63 persen dan citra negatifnya turun tinggal 30 persen," lanjut Wike.
Pemulihan citra AS di Indonesia ternyata berdampak pula di negara Islam lainnya. Di Timur Tengah, mereka menilai Obama lebih becus mengurus AS dibandingkan Bush, walaupun belum di atas 50 persen.
Turki misalnya, tingkat kepercayaan mereka terhadap Bush hanya 2 persen dan untuk Obama 33 persen. Tingkat kepercayaan rakyat Mesir terhadap Bush hanya 11 persen, dan untuk Obama 42 persen. Indonesia memberi nilai paling besar.
"71 Persen percaya dengan Obama dan hanya 23 persen yang percaya dengan Bush," ungkap Wike.
Meski demikian, rakyat Indonesia tetap kritis dengan kebijakan luar negeri AS. Rakyat Indonesia meminta penutupan kamp teroris di Guantanamo (66 persen), pasukan AS ditarik dari Irak (75 persen) dan ditarik dari Afghanistan (66 persen).
(fay/nrl)











































