Tuntutan hukum itu diajukan oleh keluarga Nancy dan Eliana Lema Morales. Target mereka adalah pejabat-pejabat negara yang mungkin bertanggung jawab atas kematian dua wanita itu.
Dua kakak-beradik itu tewas di desa nelayan Dichato akibat gelombang tsunami setinggi 7 meter menyusul gempa pada 27 Februari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut keluarga Lema Morales, setelah gempa terjadi, kantor emergensi yang dikenal sebagai ONEMI dan unit Angkatan Laut Chili yang bertanggung jawab atas monitoring laut tidak mengeluarkan peringatan tsunami.
Keluarga tersebut telah buru-buru pergi ke puncak bukit dengan mengendarai mobil karena khawatir tsunami akan terjadi. Namun mereka kemudian kembali ke Dichato ketika mendengar pengumuman di radio bahwa gelombang tsunami tidak mengarah ke wilayah mereka.
"Kami meninggalkan mobil sekitar 70 meter dari rumah. Saya masuk dan kemudian saya mendengar klakson mobil dan melihat laut telah meratakan semuanya," tulis suami Eliana Lema, Hugo Fuentealba dalam surat tuntutan seperti dilansir Reuters, Kamis (18/3/2010).
"Air menelan saya namun saya berpegangan pada sebuah pohon. Air kemudian surut dan saya melihat istri saya tewas di dalam mobil. Ipar perempuan saya ditemukan pada jarak 200 meter, juga meninggal," tulis Fuentealba.
Seorang perwira Angkatan Laut Chili tampil di jaringan televisi pemerintah, TVN tak lama setelah gempa dan mengatakan Angkatan Laut Chili tidak mengeluarkan peringatan tsunami karena hanya ada fluktuasi kecil di laut.
(ita/iy)











































