"Nasionalisme ekonomi, ketidakpastian peraturan dan perselisihan investasi yang tidak terselesaikan telah membuat perusahaan-perusahaan Amerika berhenti mencoba menjalankan bisnis di Indonesia," kata Menteri Perdagangan AS Gary Locke dalam sebuah pidato di Washington seperti dilansir Reuters, Kamis (18/3/2010).
Dikatakan Locke, untuk meningkatkan perdagangan tergantung pada Indonesia untuk melakukan reformasi-reformasi berorientasi pasar yang akan menjadikan pasar lebih menarik, bukan cuma untuk perusahaan Amerika tapi juga perusahaan di seluruh dunia.
Indonesia dan AS rencananya akan menandatangani perjanjian 'kemitraan komprehensif'. Menurut Locke, perjanjian itu akan menjadi cetak biru untuk kerjasama pada berbagai bidang.
Perdagangan dua pihak antara AS dan Indonesia hanya bernilai US$ 18 miliar tahun lalu.
"Bahkan, Indonesia melakukan perdagangan yang lebih sedikit dengan AS dibandingkan beberapa negara tetangga ASEAN yang lebih kecil dan sedikit penduduknya seperti Singapura, Malaysia dan Thailand," ujar Locke.
AS mengekspor barang-barang senilai US$ 5,1 miliar ke Indonesia tahun lalu, yang mencakup pesawat sipil dan barang-barang pertanian seperti kacang kedelai, makanan hewan dan kapas. Sedangkan impor AS dari Indonesia cuma bernilai US$ 12,9 miliar tahun lalu.
(ita/iy)











































