Komnas HAM: Pengakuan Polisi dan Mahasiswa Beda

Rusuh Makassar

Komnas HAM: Pengakuan Polisi dan Mahasiswa Beda

- detikNews
Rabu, 17 Mar 2010 17:29 WIB
Makassar - Tim investigasi Komnas HAM terus melakukan pengumpulan data terkait rusuh Makassar pada 3 hingga 5 Maret lalu. Mereka mendatangi Mapolda Sulselbar untuk bertemu dengan Kapolda Irjen Pol Adang Rochjana.

Pertemuan Komnas HAM yang diwakili anggotanya Johny Nelson Simanjuntak dan Kapolda Sulselbar berlangsung sekitar 4 jam. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Kapolda.

Usai pertemuan,  Johny mengatakan ada perbedaan data dan fakta yang diberikan kepolisian dan pengurus HMI Cabang Makassar Metro.  HMI mengatakan, oknum polisi langsung menyerang Wisma HMI tanpa sebab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara polisi mengatakan, aksi itu didasari persoalan pribadi antara oknum polisi dengan mahasiswa bernama Kama Cappi," ujar Johny.

Sementara Adang Rochjana menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan beberapa poin terkait  kronologis insiden penyerangan Wisma HMI, bentrokan mahasiswa UIN Alauddin dan mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Termasuk juga prosedur penanganan polisi terkait bentrokan yang terjadi di Makassar.

Usai bertemu Kapolda, Johny bersama 3 stafnya melanjutkan proses investigasi ke Mapolwiltabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Makassar. Di Mapolwiltabes Makassar, Johny menemui oknum polisi yang terlibat dalam penyerangan Wisma HMI.

"Kami di sini tidak untuk mencampuri persoalan ini. Kami hanya ingin mencari fakta-fakta terkait penyerangan Wisma HMI," ujar Johny.

(mna/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads