"Setelah penggerebekan (teroris) di Aceh itu, mereka kontak kita melalui 1 orang, mereka bilang mereka terdesak," kata Dokter ahli bedah Mer-C Fauzi Nasution ketika dihubungi wartawan, Rabu (17/3/2010).
Kepada mantan relawannya itu, Mer-C lantas menyatakan akan menghubungi kepolisian dan istana untuk menegosiasikan agar mereka bisa menyerahkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fauzi, Syaiful Siregar dan Adi Gunadi pernah menjadi relawan Mer-C membantu korban tsunami 2004. Pasca tsunami Aceh 2004, Mer-C melakukan rekruitmen secara terbuka. Mer-C harus melakukan rekruitmen dengan cepat karena dalam situasi tanggap darurat.
"Kita nggak tahu kalau di situ ada kelompok-kelomok ekstra radikal. Jadi bergabung, terus kerja di situ," kata
Fauzi menambahkan, tsunami ketika itu benar-benar menghancurkan Aceh dengan lebih dari 100 ribu korban tewas. "Kita rekrut, waktu itu banyak dari Jawa dan Medan. Mereka betul-betul ikhlas, nggak dibayar, sebulan pertama sampai 26 Februari 2005 kerja terus," jelasnya.
Fauzi pun kaget ketika mantan relawannya terlibat terorisme. "Kemarin (pada) kasus pelatihan kemiliteran mereka, ternyata orang-orang yang dulu pernah jadi relawan kita masuk ke situ," tambahnya.
(amd/iy)










































