"Saya baru dengar soal itu. Nggak ada seperti itu. Masa ibu ngadu domba anaknya?" kata Taufiq kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/3/2010).
Saat didesak soal darimana isu itu beredar, Taufiq pun mengaku tidak tahu. Taufiq sekali lagi dengan tegas menyangkal tidak benarnya Mega menyiapkan Prananda Prabowo ketimbang Puan Maharani. "Nggak ada seperti itu," bantah Taufiq sambil senyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya begini ceritanya, ketika mendekati kongres, ada wacana mau memunculkan garis ideologis yang melanjutkan Mbak Mega. Nama Putih Guntur Soekarnoputra pun muncul karena dianggap pas. Tetapi Mbak Putih nggak mau bertarung sama Mbak Puan, mungkin nggak enak atau nggak berani. Akhirnya dimunculkanlah nama Prananda Prabowo," kata Anggota Bappilu DPP PDIP Budi Mulyawan kepada detikcom, Senin (15/3/2010) lalu.
Menurut Budi, Megawati bahkan saat ini sering membawa dan mengenalkan sosok Prananda ketimbang Puan. Hal ini dinilai kader PDIP Mega sedang menyiapkan kader penerusnya yang dinilai lebih pas dan layak baik dari sisi pengetahuan maupun ideologi.
"Yang kami dengar, Mbak Mega selalu mensosialisasikan Prananda di setiap even. Lebih banyak ikutnya beliau (Prananda) daripada Mbak Puan. Sebab, Mbak Puan kan DPP, jadi dia dianggap bisa membawa dirinya sendiri," terangnya.
(yid/iy)











































