"Nggak. Saya nggak dibilang (dana kampanye) gitu," kata Agus Condro saat dihubungi wartawan, Rabu (17/3/2010).
Pada saat menerima cek dari Dudhie Makmun Murod, Agus Condro mengatakan hanya diberitahu sudah cair saja tanpa ada penyebutan bantuan dana kampanye. Dia malah menduga cek tersebut terkait terpilihnya Miranda. "Saya feeling saja itu tentang Miranda," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu diberikan katanya bantuan dari partai untuk biaya kampanye," kata Williem yang menerima cek dari Duhie Makmun Murod di persidangan Pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Jakarta, Senin (15/3/2010).
Pengakuan yang sama juga diungkapkan Sukardjo Hardjosoewirjo. Dia menerima 4 lembar cek perjalanan total Rp 200 juta dari Panda Nababan yang saat itu menjabat sebagai sekretaris FPDIP.
"Katanya bantuan kampanye," aku Sukardjo.
Dudhie sendiri sudah membantah pengakuan kedua koleganya itu.
"Saya tidak pernah bawa-bawa nama partai, apalagi menyebut untuk kampanye," bantah Dudhie.
(Rez/gun)











































