Hal tersebut disampaikan oleh Presiden SBY saat memberikan sambutan di pembukaan seminar pertahanan yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan Indonesia yang berlangsung di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (17/3/2010).
"Dulu ideologi, agama, teritori, bisa menjadi sumber konflik. Tapi saat ini sudah berakhir, kemungkinannya sangat kecil. Di masa depan sumber konflik disebabkan oleh food, energy and water," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah menjadi kian kompleks saat dunia mengalami krisis lingkungan dengan apa yang disebut climate change," papar SBY.
Sebagai salah satu dari pemimpin dunia, dalam menghadapi tantangan dunia termasuk menghadapi masalah pangan, energi dan air, SBY memberikan 4 pesan.
Pertama, diperlukan kesadaran baru dan tanggung jawab bersama dari semua umat manusia untuk membangun gaya hidup yang pro keselamatan bumi. Kedua, diperlukan teknologi yang mampu mengatasi permasalahan global. Ketiga, diperlukan kerjasama global yang lebih efektif.
"Dan yang keempat, manakala ada benturan kepentingan, cari solusi secara damai," pungkas SBY.
(anw/nrl)










































