"Saya kira tidak ada masalah. Saya prinsipnya pada saat itu ada keganjilan-keganjilan yang tidak sesuai dengan demokrasi yang kita tegakkan," kata Markus saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/3/2010).
Markus berharap Marzuki, yang dinilainya gagal memimpin rapat, juga bersifat ksatria. Marzuki harus bersedia diperiksa BK DPR. "Ketua DPR juga harus siap ditindak BK. Kita fair-fair saja melihatnya," papar Markus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun demikian, Markus merasa tidak melanggar tata tertib yang ada di DPR. Markus juga membantah telah melempar botol berisi air mineral kepada Ketua DPR. "Tidak ada kode etik mengatur seperti itu, itu ekspresi. Saya tidak melempar, botol itu pecah saya genggam, jadi saya turunkan di depannya," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan Markus Nari, Marzuki Alie, dua anggota BK dan tiga anggota DPR lainnya dilaporkan koalisi LSM BK DPR. Markus dilaporkan dengan tuduhan telah melempar sesuatu ke pimpinan DPR.
(van/yid)











































