Keributan di internal BK DPR adalah konflik segitiga antara Ketua BK DPR Gayus Lumbuun (FPDIP) dan Wakil Ketua BK Chaeruman Harahap (FPG) yang dibantu anggota BK Nurdirman Munir (FPG). Gayus Lumbuun sebelumnya menyampaikan bahwa keributan mereka karena wakil ketua BK yang iri dan ingin memindahkan meja ke ruang kerja Ketua BK.
Masalah kedua, adalah penyelesaian konflik Gayus dengan Ruhut Sitompul yang tidak disetujui dua orang tersebut. Saat itu Gayus mengancam akan menindak dua anggota BK yang menjadi lawan pendapatnya soal konfliknya dengan Ruhut tersebut jika ada yang melapor ke BK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menunjukkan kerjanya sangat meragukan. Bagaimana mungkin mau menindak anggota yang lalai kalau BK nya ribut sendiri," kata juru bicara Koalisi LSM, Direktur Tepi Indonesia, Jeirry Sumampow saat melaporkan 7 anggota DPR ke BK, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/3/2010).
Hal ini dinilai akan sangat menganggu kinerja BK DPR memproses 7 anggota yang dilaporkan. Koalisi LSM menjadi pesimis usaha mereka akan ditindaklanjuti. "Padahal anggota BK dan Wakil Ketua BK yang dilaporkan harus nonaktif selama pemeriksaan, itu ada mekanismenya," keluh Jeirry.
Tapi Jeirry tidak khawatir berlebihan karena dengan demikian jelaslah seperti apa kinerja BK DPR. "Ini ujian sebenarnya, bisa atau tidak mereka bereskan," papar Jeirry.
"Kalau tidak menunjukkan kinerja optimal sebaiknya fraksi mengganti mereka saja," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan 7 anggota DPR dilaporkan oleh Koalisi LSM ke BK DPR. Ketua DPR Marzuki Alie, Wakil Ketua BK Chairuman Harahap, dan anggota BK Nudirman Munir dilaporkan telah menimbulkan dan meramaikan keributan dalam rapat Paripurna DPR soal penetapan rekomendasi Pansus Angket Century, 2 Maret lalu.
(van/yid)











































