"Kita berdoa sambil menengok dan minta restu," kata Soetarti di TMP Kalibata, Jakarta, Selasa (16/3/2010).
Soetarti menceritakan selama di hadapan batu nisan suaminya itu, dirinya berkeluh kesah.
"Saya seolah berbicara sama bapak, kenapa jadi begini, padahal bapak dulu dapat penghargaan tapi sekarang istrinya malah diusir dari rumahnya," ungkap Soetarti.
Senada dengan Soetarti, Roesmini juga berkeluh kesah serta memanjatkan doa dihadapan makam suaminya.
"Semoga besok di pengadilan jalannya lancar," ujar Roesmini.
Keduanya pun menyatakan siap dalam menjalani sidang perdana yang akan berlangsung Rabu (17/3/2010). Mereka berharap hakim dapat berlaku seadil-adilnya dalam memutuskan perkara ini.
"Insya Allah siap. Supaya diadili seadil-adilnya. Semoga berjalan lancar dan dikabulkan sesuai harapan," ucap Roesmini.
Makam suami Roesmini, Achmad Kuseini yang meninggal pada 1998 terletak di Blok U dengan nomor pemakaman 1655. Sementara suami Soetarti, HR Soekarno yang meninggal pada 2003 terletak di Blok F dengan nomor pemakaman 1262.
Sebelumnya diberitakan dua janda pahlawan, Soetarti dan Roesmini menempati rumah dinas Perusahan Jawatan Penggadaian di Jl Cipinang Jaya II, Jakarta Timur sejak puluhan tahun. Mereka lalu harus berurusan dengan pihak penegak hukum karena diduga melakukan penyerobotan tanah dan menempati rumah yang bukan haknya.
(mpr/gus)










































