"Kalau agenda setting-nya terbuka tidak masalah. Jadi akhirya kita tahu apakah pemerintahan kita ini perpanjangan Amerika atau pemerintahan yang berdaulat," kata pengamat ekonomi, Ichsanudin Noorsy dalam diskusi yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia, di Wisma Antara, Jl Medan Merdeka Selatan, Selasa (16/3/2010).
Dengan terbuka soal isi agenda pertemuan pun, diharapkan masyarakat tidak bertanya-tanya dan berprasangka negatif lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, Ichsanudin sedikit menyinggung kalau kunjungan Obama pada 23 Maret ini, justru sebagai ajang pertarungan antara Cina dan Amerika Serikat di Indonesia.
"Apakah kita bersedia menjadi ajang pertarungan Amerika dan Cina dalam konteks sumber daya dan pasar. Apakah kita bersedia atau tidak kita harus perbaiki dulu struktur ekonomi kita," tutupnya.
(ndr/gus)











































