"Israel adalah sekutu strategis AS dan akan berlanjut, dan akan terus seperti itu," kata Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley, seperti dilansir AFP, Senin (16/3/2010).
Seperti diberitakan, rencana pembangunan pemukiman di tengah usaha perdamaian Israel-Palestina tersebut membuat Gedung Putih naik pitam. Apalagi, rencana itu diumumkan saat Wakil Presiden AS Joe Biden berada di Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mengakui memerhatikan suatu daerah spesifik, Philip mengatakan, "Komitmen kita terhadap keamanan Israel masih tak tergoyahkan."
Menunggu Respon
Deplu AS juga menyatakan sedang menunggu respon formal dari Israel terhadap masalah tersebut. Deplu menolak berkomentar soal pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mendukung pembangunan rumah tersebut.
Netanyahu mengindikasikan pembangunan konstruksi rumah akan terus berlanjut di Yerusalem Timur, meski tensi Hillary lewat telepon kemarin memaksa Netanyahu menyetop rencana.
"Saat ia (Hillary) menguraikan apa yang dia pikir sebuah tindakan yang tepat kepada perdana menteri, ia minta respon ke pemerintah Israel. Kami menunggu tanggapan," kata Philip. (lrn/lrn)











































