"Ada kepentingan yang lebih besar, kita tidak perlu mengambil langkah boikot itu," papar Anis saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2).
Menurut Anis, secara psikologis, pemboikotan Sri Mulyani ada benarnya. Namun, boikot harus mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan wacana boikot Sri Mulyani bermula dari Badan Anggaran DPR yang tidak percaya dengan legitimasi Sri Mulyani saat namanya muncul sebagai penanggungjawab skandal Century.
FPDIP kemudian meminta pimpinan DPR untuk menolak kehadiran Sri Mulyani ke DPR. Langkah ini dinilai perlu sampai ada status hukum yang tetap soal Century.
(van/yid)











































