"Para demonstran telah menuntut saya untuk membubarkan parlemen sebelum pertengahan hari ini, namun partai-partai koalisi setuju bahwa tuntutan itu tak bisa dipenuhi," kata Abhisit dalam pernyataan yang disampaikan di stasiun televisi nasional seperti dilansir AFP, Senin (15/3/2010).
"Pemilihan umum harus diselenggarakan di bawah peraturan dan ketenangan umum. Kami harus mendengarkan suara rakyat lainnya, bukan cuma para demonstran," tegas Abhisit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya 86.000 demonstran yang dikenal sebagai massa "Red Shirts" telah berkumpul sejak Sabtu, 13 Maret lalu dalam aksi demo di Bangkok. Untuk mengamankan Bangkok dan provinsi-provinsi sekitarnya, otoritas Thai telah mengerahkan sekitar 50 ribu personel.
Dalam aksinya, para demonstran mendesak Abhisit untuk mundur dan mengadakan pemilihan umum yang dipercepat. Aksi unjuk rasa ini merupakan yang terbesar di Bangkok sejak demo para pendukung Thaksin pada April 2009 lalu berubah menjadi kerusuhan yang menewaskan dua orang dan melukai puluhan lainnya.
(ita/iy)











































