"Dari sisi diplomasi sangat menguntungkan karena Amerika adalah pasar utama ekspor produk Indonesia," kata Muzani kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2010).
Tentu tidak mudah mengambil manfaat dari kedatangan Obama. Presiden harus mampu merangkul dekat-dekat Obama agar memperhatikan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muzani menganggap wajar ada sejumlah kelompok masyarakat yang menolak kedatangan Obama, tentu semua beralasan. "Pro kontra terjadi karena simbolisasi Presiden Amerika yang menimbulkan konflik di Afganistan, Irak, Palestina. Hal ini yang menjadi Amerika ditolak," beber Muzani.
Namun hal itu menjadi tugas berat pemerintah Indonesia untuk meyakinkan Obama. Masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus digarap selama Obama di Indonesia.
"Embargo pelatihan militer, suku cadang senjata juga masih dilakukan. Diplomasi kita harus berhasil," papar Muzani.
Kasus Namru
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari pernah menyampaikan permasalahan Namru yang kontroversial. Muzani berharap pemerintah meluruskan masalah Namru di depan Obama.
"Siti Fadilah melihat upaya operasi terselubung. Pada saat kedatangan Obama harus diomongin, namanya juga diplomasi, kita ingin mempertahanan Namru, tapi kita tidak ingin seperti yang kita takutkan," ungkap Muzani.
(van/yid)











































