"Ya itu semuanya pelatih. Nggak berasal dari Mindanao tapi cuma pernah berlatih di Mindanao," ujar Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi usai acara penutupan latihan gabungan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (15/3/2010).
Ketujuh buron tersebut yakni Abu Yusuf alias Mustaqim, Ubaid alias Adi alias Jakfar, Ziad alias Deni Suramto alias Toriq, Tono alias Rahmad alias Bayu Seno, Pandu alias Abu Asma, Abu Rimba alias Munir alias Abu Uteuen, dan Usman alias Gito.
Ito mengatakan, para pelatih di Aceh Besar ini merupakan ahli di bidangnya. Pelatih-pelatih ini sudah pernah dilatih di Filipina.
"Menurut fakta dan menurut keterangan, dia (Umar patek) pelatih di sana juga. Jadi semuanya bisa saja," katanya.
Menurut Ito, pihaknya masih belum mengetahui apakah Umar Patek sendiri masih berada di Aceh atau sudah kabur ke luar Aceh.
"Ya kita belum melihat ke sana. Seperti kemarin Dulmatin, kita temukan di sini setelah pengembangan. Sebelumnya kita tidak yakin Dulmatin di Pamulang. Setelah dilakukan uji forensik ternyata si Dulmatin. Alhamdulillah," ungkapnya.
Ito pun menganjurkan agar penanganan terhadap teroris tidak asal tembak. Polisi melumpuhkan teroris apabila sudah mengancam keamanan masyarakat dan keselamatan petugas,
"Kan melumpuhkan seseorang itu ada SOP-nya," tukasnya.
(gus/iy)











































