Menanti Kesaksian Sang Pemulung dan Kisah Richard Kimble

Menanti Kesaksian Sang Pemulung dan Kisah Richard Kimble

- detikNews
Senin, 15 Mar 2010 10:47 WIB
Menanti Kesaksian Sang Pemulung dan Kisah Richard Kimble
Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) akan kembali menggelar sidang kepemilikan ganja dengan terdakwa pemulung Chairul Saleh siang nanti. Saleh akan bersaksi atas kasus yang kental dengan dugaan rekayasa ini.

"Sidang hari ini mendengarkan kesaksian terdakwa setelah 3 kali sidang ditunda. Kami pekan kemarin telah meminta Ketua PN Jakpus untuk mengganti ketua hakim jika masih sakit," kata kuasa hukum Saleh, Raja Nasution, saat dihubungi detikcom, Senin (15/3/2010).

Persidangan untuk Saleh akan digelar di PN Jakpus, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam sidang di awal Februari 2010, dugaan rekayasa kasus ini kian mencuat. Lima saksi polisi yang dibawa jaksa membantah menangkap Saleh seperti tertulis di BAP.

"Kami minta jaksa menuntut bebas. Karena tak ada alat bukti yang terbukti sebagai dasar penuntutan," kata Raja kepada wartawan, usai sidang pekan kemarin.

Angin segar mulai berhembus untuk pemulung yang tinggal di bantaran rel KA, Jalan Benda, Jakarta Pusat, ini. Saleh diberikan status tahanan kota, menyusul reaksi publik atas kasusnya yang janggal. Sementara sidang ditunda tiga kali kerena Ketua Majelis Hakim, Syafrudin menderita sakit.

Saleh dan kuasa hukumnya pun optimistis hakim akan memberikan hukuman bebas demi hukum. "Saya inginnya bebas. Saya tak pernah punya ganja itu," ujar Saleh polos usai sidang pekan lalu.

Meski kasusnya berbeda, masalah rekayasa hukum mengingatkan pada sebuah film Hollywood, 'The Fugitive' yang dibintangi Harison Ford pada 1993. Ford berperan sebagai dr Richard Kimble, seorang dokter berdedikasi di Chicago.

Kimble tiba-tiba dituduh membunuh istrinya, dan dengan cepat dihadapkan pada persidangan dengan tuntutan mati. Kimble lalu kabur, saat ada kecelakaan mobil tahanan yang membawanya. Diam-diam dia kembali ke Chicado dan mencari siapa pembunuh istrinya. Berkat kecerdikannya, akhirnya terungkap otak pembunuhan adalah dr Charles Nichols, teman sejawatnya.

Sedangkan kasus Saleh bermula pada 3 September 2009 di Jl Benda, Kemayoran, Jakarta Pusat. Chairul Saleh, pemulung yang sedang asyik menikmati kopi tiba-tiba saja dituduh memiliki ganja. Bersaksikan bumi dan langit serta beberapa pemulung lainnya, dia diseret ke Polsek Kemayoran.

Tak sampai 6 jam, BAP pun selesai dan dia dituduh pemilik ganja seberat 1,6 gram. Saleh hanyalah seorang pemulung yang lugu dan bukan orang pintar seperti Richard Kimble. Lalu, bagaimanakah akhir tragedi hukum Chairul Saleh?

(fay/iy)


Berita Terkait