Mewabahnya virus flu burung di kawasan ini mulai terdeteksi saat tiba-tiba 400 ayam mati di peternakan Kazi, Thakurgaon. Demikian disampaikan pegawai peternakan Kazi, Mosaddekur Rahman kepada AFP, Minggu (14/3/2010).
"Dari tes yang dilakukan, ditemukan sekitar 17.600 ayam ternak terinveksi flu burung," kata Rahman.
Peternakan Kazi adalah peternakan terbesar di Bangladesh yang memproduksi telur untuk dikonsumsi warga setempat. Bos peternakan tersebut, Ataur Rahman mengatakan, sekitar 200 ribu teluur yang dihasilkan kemungkinan juga terinveksi flu burung.
"Kita menderita kerugian lebih dari 400 Taka (atau US$ 6 juta)." ujarnya kepada AFP.
Bangladesh mulai terjangkit flu burung sejak Februari 2007, di mana lebih dari sejuta burung dimusnahkan oleh ribuan petani di seluruh pelosok Bangladesh untuk menghindari tejangkitnya virus mematikan itu.
Kasus flu burung yang terjangkit kepada manusia di Bangladesh pertama kali terjadi pada Mei 2008. Namun pemerintah setempat mengatakan virus yang menjangkit kepada bocah berusia 16 bulan itu bisa diatasi.
(anw/anw)











































