"Dia di Aceh bertugas melatih dan merekrut," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang saat dihubungi detikcom, Minggu (14/3/2010).
Jaja, salah satu tersangka kasus terorisme yang tewas dalam baku tembak di Aceh Besar pada Jumat 12 Maret siang. Dia merupakan aktivis NII dari kelompok Banten. Dia diketahui pernah mendapatkan pelatihan di Afghanistan dan Mindanao.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaja, yang juga dikenal dengan nama Ajengan Jaja, merupakan guru Imam Samudera. Dia adalah salah satu tokoh senior dan organisatoris handal. Disebut-sebut juga, dia pernah mengorganisir salah satu kamp pelatihan teroris Mindanao.
Meski Polri yakin yang tewas tersebut adalah Jaja, namun Polri masih akan mengindentifikasi jenazahnya untuk lebih memastikan. "Jenazahnya akan diterbangkan hari ini ke RS Polri. Kita juga masih identifikasi," kata Edward. (ndr/nrl)










































