"Kami sekarang telah menerima 27 mayat dan ada sedikitnya 52 orang terluka, warga sipil dan polisi," kata Abdul Qayoom Pukhla, Direktur Lembaga Kesehatan Masyarakat Kandahar, seperti dikutip AFP, Minggu (14/3/2010).
Ia meminta seluruh tenaga kesehatan di Kandahar untuk masuk kerja. Penduduk di kota terbesar ketiga di Afghanistan juga dimintanya untuk donor darah.
Menteri Dalam Negeri Afghanistan Zemarai Bashery mengatakan, rangkaian ledakan itu dimulai pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.
Pejabat polisi setempat mengungkapkan, setidaknya ada 5 ledakan yang terjadi. Tiga di antara ledakan itu terjadi di beberapa tempat yang berbeda.
"Ada lima serangan bom bunuh diri dengan mengggunakan sepeda atau sepeda motor di Kota Kandahar," ujarnya. (irw/irw)











































