keadaan hidup. Namun menghadapi teroris bersenjata, menembak mati menjadi suatu hal yang tidak terhindarkan.
"Tersangka ditangkap hidup itu prioritas. Itu target utama," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang.
Edward mengatakan itu dalam sebuah diskusi bertajuk 'Masih Ada Teroris di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (13/3/2010).
Menurut Edward, Polri selalu berpedoman untuk menangkap hidup-hidup
setiap tersangka teroris. Kemudian Polri akan menggali informasi dari tersangka tersebut.
"Doktrin kita adalah bagaimana bisa menggali keterangan yang lebih jauh dari tersangka yang ditangkap," terangnya.
Namun, lanjut Edward, dalam situasi berhadapan dengan teroris bersenjata yang berdoktrin hidup atau mati, Polri terpaksa melakukan penembakan untuk membela diri.
"Ada indikasi buron lalu didekati tapi secara reflek menembak petugas," tuturnya.
(nvc/nik)










































