"Faktor pelaksanaan riset dan teknologi serta faktor penyediaan lapangan
kerja, perlu segera mendapatkan perhatian lebih serius," ujar Habibie dalam kuliah umum 'Filsafat dan Teknologi Untuk Pembangunan' di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Jumat (12/3/2010).
Dikatakan dia, prasarana, lembaga riset dan teknologi milik pemerintah BUMN dan swasta perlu mendapat perhatian. Demikian juga, lanjutnya, penyediaan
lapangan kerja melalui pembinaan UMKM dalam industri pertanian, manufaktur maupun prasarana ekonomi.
"Atas dasar tersebut, anggaran riset dan teknologi perlu segera ditingkatkan," cetusnya.
Habibie berpendapat, setiap perusahaan yang mengembangkan produk baru dan melaksanakan riset perlu diberi insentif perpajakan. Selain itu, diperlukan juga pembinaan bagi perusahaan tersebut agar mampu bekerjasama dengan lembaga riset pemerintah, swasta nasional dan asing.
"Pasar domestik adalah satu-satunya penggerak utama pelaksanaan riset dan
teknologi. Oleh karena itu adalah wajar dan bijak kalau pasar domestik
diamankan untuk membina produk dalam negeri," tandasnya.
(nvc/fay)











































