Bahkan lebih banyak orang yang meragukan peringatan ilmiah akan terjadinya bencana lingkungan yang parah.
Demikian menurut survei baru yang dilakukan Gallup seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (12/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polling ini diadakan pada 4-7 Maret dan melibatkan 1.014 orang dewasa dengan margin kesalahan plus minus 4 persen.
Presiden AS Barack bama saat ini tengah mendesak Kongres AS untuk membuat legislasi yang secara signifikan bisa mengurangi emisi karbon dioksida dan gas lainnya yang dituding sebagai penyebab masalah perubahan iklim.
Di negara-negara lain, kekhawatiran akan perubahan iklim masih berada di bawah kekhawatiran perekonomian. Demikian menurut survei Nielson/Oxford University pada Desember lalu. Namun di negara-negara Amerika Latin dan Asia Pasifik termasuk Filipina, masalah perubahan iklim ini menjadi kekhawatiran besar.
(ita/iy)











































