"Hanya dibersihkan saja. Saya masuk pintu, masih bau sampai mual karena masih banyak bercak darah yang belum dibersihkan," kata
Manager Multiplus, Rinda Diani, di Ruko Multiplus, Jalan Siliwangi,
Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (12/3/2010).
Menurut dia, bekas peluru sudah dibersihkan sejak kejadian 9 Maret 2010. "Hari ini, karyawan masuk tetapi belum dibuka untuk umum. belum tahu kapan dibukanya," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, lanjut Rinda, akan digelar pengajian. "Mau panggil ustad dulu. Ya kita pengajianlah Insya Allah," kata Rinda.
Kerusakan
Rinda mengaku belum tahu total kerugian akibat penggerebekan Densus 88. Kerusakan yang dialami antara lain, kaca pembatas di lantai 2 dan kursi. "Kita belum tahu total kerugiannya berapa," kata Rinda.
Di lantai 2 inilah, Dulmatin ditembak Densus 88. Dulmatin sempat melawan dan akhirnya dilumpuhkan dengan 6 tembakan.
Menurut dia, polisi juga mengamankan CCTV dan komputer. "Ada CCTV tetapi rusak. Saya nggak tahu itu berfungsi atau tidak. Tetapi diambil oleh densus. 2 Unit komputer diambil," paparnya.
Pengamatan detikcom, 2 Penyidik Mabes Polri Kompol Ketut dan AKP Deni mengecek kerusakan. "Kita hanya cek kerusakan saja. Tidak banyak kerusakannya.Tetapi kerusakan akan diganti," kata Ketut.
(aan/iy)










































