"Sejumlah TKP hari ini akan dibuka. TKP pertama, Multiplus akan dibuka pagi ini. Kemudian, habis salat Jumat, Gang Asem akan dibuka. Setelah itu Gang Salak," kata Kapolsek Pamulang AKB Agus Widar saat dihubungi wartawan, Jumat (12/3/2010).
Pengamatan detikcom, police line di Ruko Multiplus sudah dibuka. Beberapa anggota polisi dari Polsek Pamulang sudah berjaga-jaga. Sekitar 1-2 anggota polisi tampak masuk ke dalam dan beberapa saat kemudian keluar lagi.
Densus 88 menggerebek Ruko Multiplus pada Selasa 9 Maret 2010. Densus terlibat adu tembak dengan teroris Dulmatin yang dihargai Rp 93 miliar. Dulmatin dipastikan tewas. Polisi juga mengamankan 2 orang yakni laki-laki dan perempuan.
Selain Ruko Multiplus, Densus menggerebek sebuah rumah di Gang Asem, Pamulang. 2 Pengawal Dulmatin, Hasan Nour dan Ridwan. Mereka sempat melepaskan tembakan sebelum dilumpuhkan Densus 88. 2 Orang lainnya juga dibekuk.
Polisi juga menggerebek kontrakan Dulmatin di Jl Salak 5, RT 4 RW 4 Kampung Buaran Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan. Dia yang mengaku bernama Yahya Ibrahim dan tinggal bersama istri dan anaknya yang berumur dua tahun.
(aan/nrl)











































