"Kita saat ini sedang menyelidiki lebih detail perihal ini," kata Staf Humas Imigrasi Bambang Catur saat dihubungi detikcom, Jumat (12/3/2010).
Imigrasi berjanji hasil penyelidikan akan diperoleh pekan depan sehingga bisa disampaikan kepada publik. "Dalam 2-3 hari ke depan kita baru bisa memberikan keterangan," tutupnya.
Dulmatin ditembak mati Densus 88 dalam penggrebekan di sebuah warnet di Pamulang, Tangerang, Selasa 9 maret lalu. Otak peristiwa bom Bali I yang menjadi buruan internasional ini, selama ini diketahui bersembunyi di Mindanao, Filipina.
Namun Polri memastikan Dulmatin kerap masuk ke Indonesia. Selain soal paspor yang dimiliki, bukti lainnya yakni Dulmatin memiliki anak-anak yang masih kecil di Indonesia. Padahal dia sudah sejak 2003 pergi dari Indonesia.
(ndr/iy)











































