Farhan datang ke Ngruki diantar oleh Fauzan Al-Anshari, salah seorang pengurus pusat Jamaah Anshorut Tauhid, Jumat (12/3/2010). Farhan datang langsung menuju ke rumah pribadi Ba'asyir di kompleks pesantren Ngruki. Kedatangannya juga tidak ditemui atau disambut oleh pengurus pesantren.
Kedatangan Farhan bersamaan dengan puluhan wartawan yang sebelumnya memang telah ada janji wawancara dengan Ba'asyir. Selanjutnya dia dengan tekun menyimak wawancara wartawan dengan tuan rumah. "Kebutuhan wartawan memang harus didahulukan," ujarnya santai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut hanya tersenyum lebar ketika ditanya apakah
kedatangannya berhubungan dengan situasi Aceh yang memanas pasca penggrebekan markas latihan milisi di kawasan serambi Mekah tersebut.
Setelah wartawan usai wawancara, Farhan yang ditemani dua stafnya baru menyempatkan untuk berbicara dengan Ba'asyir yang ditemani olah beberapa kerabat.
Bahkan dalam kesempatan tersebut, kepada Ba'asyir, Farhan juga mengenalkan dirinya sebagai cucu dari kerabat dekat Daud Buerueh, tokoh DI/TII asal Aceh.
Kepada wartawan, Fauzan Al-Anshari mengatakan tidak mengetahui secara pasti agenda kedatangan Farhan menemui Ba'asyir. Dia hanya mengatakan bahwa dia dihubungi Farhan untuk mengantar ke Solo menemui Ba'asyir.
(mbr/lrn)











































