"Saat ini api telah mengecil. Tapi kalau padam total saya tak bisa memrediksi. Karena di lokasi terdapat barang kimia, karet mentah, serbuk dan bubuk bahan dasar sandal yang mudah memicu api," kata Kepala Sudin Damkar Jakbar, Sujadi, saat dihubungi detikcom, Jumat (13/3/2010) pukul 09.00 WIB.
Menurutnya, bisa saja api dipermukaan telah mengecil. Tapi bisa saja di tengahnya membesar kembali karena bangunan terdiri dari 3 lantai. Dan bahan kimia tersebut tersebar di lantai 1, lantai 2 dan lantai 3.
"Api yang telah mengecil kan yang berasal dari bahan kimia di lantai 3. Sedangkan bahan kimia di lantai 2 dan 1 kita tidak tahu. Apakah sudah benar-benar tak bisa menyala lagi," tambah Sujadi.
Selain itu, beton-beton bangunan yang menimpa bangunan di bawahnya juga mengakibatkan bahan- bahan kimia tertutup. Sehingga pemadam susah mencari dari mana titik sumber api berasal.
Api yang melalap pabrik seukuran lapangan bola tersebut sudah 18 jam menyala, tapi tak kunjung berhasil dimatikan secara total. Tak hanya itu, beberapa sanak kerabat juga masih berharap-harap cemas dengan keluarga yang bekerja di pabrik tersebut karena tak ada kabar sejak kemarin.
"Bagaimana dengan lantai dasar? Tak ada yang tahu, apakah masih berpotensi menimbulkan api atau tidak. Sehingga kami tak bisa memastikan kapan api benar-benar bisa berhenti," ujar Sujadi. (asp/nrl)











































