Daerah yang paling sering terjadi kebakaran adalah wilayah Jakarta Barat dengan jumlah mencapai 22 kejadian. Jakarta Selatan sebanyak 18 kali, Jakarta Timur dan Pusat masing-masing 17 kali, dan Jakarta Utara 14 kali.
"Penyebab kebakaran paling dominan dikarenakan listrik dan kompor", kata Kepala Bidang Operasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Sukendar saat dihubungi wartawan, Kamis, (12/3/3010).
Menurut Sukendar, daerah yang paling sering terjadi kebakaran adalah pemukiman padat penduduk. Seperti daerah Tambora, Jembatan Besi, Cengkareng, dan Rawa Buaya di Jakarta Barat. Kawasan Manggarai, Kampung Pulo, dan Petogokan, di Jakarta Selatan. Daerah Tanah Abang dan Senen di wilayah Jakarta Pusat.
Dampak kebakaran paling banyak menghanguskan rumah tinggal, bangunan umum, kendaraan dan harta benda lainnya. Terdapat 114 KK atau 729 jiwa yang sudah kehilangan tempat tinggalnya. Kebakaran pun berdasarkan data paling sering terjadi pada malam dan siang hari masing-masing 25 kali kejadian. Sedangkan kejadian pada pagi dan dini hari terjadi sebanyak 19 kali.
Kepala Dinas Damkar PB DKI Jakarta, Paimin Napitupulu menjelaskan saat ini kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan masih sangat rendah. Masyarakat juga kurang peduli untuk memberikan jalan agar petugas cepat mencapai lokasi. Padahal keberadaan petugas sebagai pemadam tidak bisa berbuat banyak.
Masalah teknis lainnya dijelaskan Paimin, adalah masih kecilnya jumlah personil untuk menghadapi ancaman kebakaran di wilayah DKI Jakarta yang cukup luas. Dari 7.000 jumlah ideal personil yang ada saat ini hanya 3.000 personil.
"Ancaman dan resiko dalam bertugas merupakan faktor minimnya peminat," ungkapnya. (asp/mok)











































