"Allahu Akbar..Allahu Akbar," pekik warga yang membuat pagar betis.
Pantauan detikcom, di depan rumah telah dibangun tenda serta kursi bagi pelayat. Tenda tersebut berada di jalan karena rumah tak punya halaman. Dari luar, tak nampak aktifitas yang berarti. Pintu tertutup rapat. Rooling door tradisional pun tak bersela.
Kedatangan Dulmatin ini sontak mengundang ratusan warga hingga membuat alur sepanjang 50 meter-an. Mereka berdesak-desakan ingin melihat dari dekat jenazah teroris nomor wahid tersebut. Tak nampak pengamanan dari Densus 88. Yang ada hanya pengamanan oleh polisi berpakaian formal dari Polres Pemalang. (asp/mok)











































