"Tentunya lokasi yang akan dikunjungi Obama akan jadi prioritas pengamanan, karena dia adalah tamu negara," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar di Markas Polda Metro Jaya, Kamis (11/3/2010).
Boy tidak bersedia menjelaskan teknis pengamanan dan kepastian lokasi mana saja yang akan dikunjungi
Obama. Sebab kegiatan pengamanan akan Polri lakukan secara terkoordinasi melibatkan tim dari Pasukan Pengamanan Presiden dari dua negara yang ditugaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara terkait rencana unjuk rasa oleh sejumlah elemen saat kedatangan Obama, Boy menegaskan tidak ada pembatasan unjuk rasa.Β Semua elemen masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dengan unjuk rasa tidak akan dilarang sepanjang tidak melakukan tindakan anarkis
"Unjuk rasa damai boleh yang dilarang unjuk rasa anarkis dan yang jelas harus lapor," katanya.
Berdasarkan cacatan Polda Metro Jaya, sepanjang Desember 2009 hingga 8 Maret 2010 terdapat 1.057 aksi unjuk rasa di Jakarta. Tiga diantaranya mengusung agenda menentang rencana kedatangan Presiden Obama.
"Hingga hari ini belum ada lagi organisasi yang mendaftarkan aksi terkait kedatangan Obama," sambung Boy.
Sementara untuk kegiatan lain yang melibatkan massa dalam jumlah besar seperti pertandingan sepak
bola atau konser musik yang kebetulan berlangsung berbarengan dengan jadwal kedatangan Obama, tidak akan ditunda. Namun jika berpotensi menimbulkan kerusuhan, Polri tidak segan-segan menindaknya.
"Semua berjalan biasa saja, normal-normal saja," tuturnya.
(mei/lh)











































