Dewan Guru Besar PT BHMN Prihatin Soal Plagiarisme

Dewan Guru Besar PT BHMN Prihatin Soal Plagiarisme

- detikNews
Kamis, 11 Mar 2010 16:31 WIB
Yogyakarta - Dewan Guru Besar dan Majelis Guru Besar 6 Perguruan Tinggi (PT) Badan Hukum Milik Negara (BHMN) prihatin munculnya beberapa kasus plagiarisme di dunia pendidikan saat ini. Karena itu, masing-masing perguruan tinggi diminta untuk mengawasi agar tidak muncul kasus plagiarisme.

"Kalau ada kasus plagiarisme, itu berarti ada sesuatu yang salah," ungkap Prof Harijono A. Tjokrnegoro Ketua Majelis Guru Besar Intitut Teknologi Bandung (ITB) dalam acara pertemuan koordinasi Majelis Guru Besar dan Dewan Guru Besar 6 PT BHMN di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Bulaksumur, Yogyakarta, Kamis (11/3/2010).

Menurut Harijono semua perguruan tinggi bersama kementrian pendidikan harus mengawasi secara bersama agar kasus seperti itu tidak terulang kembali. Perguruan tinggi harus bisa menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran ilmiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nilai-nilai seperti itu sangat panting, tapi kalau itu terjadi. Pasti ada yang salah," katanya.

Sementara itu Ketua MGB UGM, Prof Suryo Guritno, PhD menambahkan pihaknya mengaku prihatin munculnya kasus-kasus plagiarisme di beberapa perguruan tinggi beberapa waktu lalu. Saat ini semua pihak di kampus agar melakukan pengawasan terhadap semua dosen yang akan mengajukan kepangkatan.

Menurut dia pengawasan ini rutin harus dilakukan terhadap semua dosen yang akan mengajukan kenaikan pangkat atau diusulkan menjadi guru besar. Semua perguruan tinggi mempunyai cara untuk mengatasi masalah tersebut.

"Biasanya kalau ada dosen yang akan mengajukan kepangkatan untuk guru besar misalnya. Kita biasanya banyak mendapat masukan dari berbagai pihak. Salah satunya para kolega sessama staf pengajar atau dari masyarakat. Ini salah satu cara saja untuk mengatasinya," katanya.

Suryo menambahkan dalam pertemuan MGB/DGB 6 PT BHMN di UGM ini di antaranya untuk mengoptimalkan potensi para guru besar yang dimiliki masing-masing PT BHMN. Meski dirasakan masih cukup sulit, selangkah demi selangkah terus dilakukan.

"Potensi kita cukup besar, hanya saja untuk mensinergikannya masih sulit karena mereka hanya meneliti di bidangnya sendiri-sendiri. Namun saat ini kerja bareng ini akan kita rintis bersama misalnya untuk penelitian satu bidang saja," katanya.

Dalam pertemuan di UGM itu seharusnya guru besar 7 PT BHMN hadir, namun yang hadir hanya 6 PT BHMN. Enam PT BHMN itu diantaranya UI diwakili Ketua Dewan Guru Besar Prof Dr dr Biran Affandi, SpOG, ITB diwakili Ketua MGB Prof Dr Harijono A.
Tjokronegoro, UGM diwakili Prof Suryo Guritno, IPB Prof Dr Endang Suhendang, Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Justin A. Napitupulu dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Prof Dr Janulis Purba. Sedang satu PT BHMN yakni Universitas Airlangga Surabaya tidak hadir dalam pertemuan itu.

(bgs/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads